ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT ANEKA TAMBANG TBK PERIODE 2014-2018

Authors

  • Ilfa Fauziah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia
  • Sofia Maulida Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia
  • Stefanus Zaldy Gunawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat perkembangan kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk yang terdapat di laporan keuangan melalui website resmi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dievaluasi dengan menggunakan suatu analisis yaitu rasio keuangan. Rasio keuangan dapat diukur dengan menggunakan rasiolikuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas serta diukur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-100/MBU/2002. Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian PT Aneka Tambang Tbk tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 rata-rata persentase dari tingkat rasio likuiditas untuk rasio lancar sebesar 196,61% dengan standar minima l200%, rasio cepat sebesar 161,35% dengan standar minimal 150% dan rasio kas sebesar 121,2% dengan standar minimal 50% menunjukkan kinerja keuangan yang baik sehingga perusahaan masih mampu membayar kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan. Rasio solvabilitas untuk rasio total utang terhadap aktiva sebesar 40,8% dengan standar maksimal 35%, rasio total utang terhadap modal sebesar 68,8% dengan standar maksimal 80%, rasio utang jangka panjang dengan modal sendiri sebesar 4,1 kali dengan standar maksimal 10 kali menunjukkan bahwa perusahaan mampu membayar kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang jika perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Rasio aktivitas untuk rasio perputaran persediaan sebesar 15,62 kali dengan standar minimal 20kali, rasio perputaran aktiva tetap sebesar 6,48 kali dengan standar minimal 5 kali, rasio perputaran total aktiva sebesar 4,52 kali dengan standar minimal 2 kali menunjukkan perusahaan optimal dan efisien dalam mengelola aktiva tetap maupun aktiva lancarnya. Rasio profitabilitas diketahui dalam kondisi tidak baik untuk rasio hasil pengembalian ekuitas sebesar 1,48% dengan standar minimal 40%, rasio margin laba kotor sebesar 9,24% dengan standar minimal 30%, rasio margin laba bersih sebesar 0,60% dengan standar minimal 20%, rasio pengembalian investasi sebesar(-1,41%) dengan standar minimal 30% menunjukkan perusahaan masih belum mampu menghasilkan laba yang akan menutupi seluruh biaya-biaya operasional serta biaya tetap perusahaan.

Downloads

Published

2022-04-06

Issue

Section

Articles